Detail Berita Pagertoyo

AKIBAT HAMA TIKUS, SEBAGIAN PETANI DI PAGERTOYO GAGAL PANEN

Pagertoyo - Tikus merupakan salah satu hama penyebab kerusakan yang menimbulkan kerugian yang sangat besar bagi petani karena tikus dapat menyerang seluruh fase pertumbuhan tanaman padi bahkan pada fase penyimpanan. Kerusakan terparah terjadi pada fase generatif, karena tanaman padi sudah tidak mampu lagi membentuk anakan baru. Pada umumnya tikus menyerang pada malam hari sedangkan pada siang hari tikus bersembunyi.

Pada pertanaman padi di wilayah Kecamatan Limbangan tepatnya di Desa Pagertoyo keberadaan tikus sangat banyak sehingga menimbulkan banyak kerugian bagi petani terutama petani padi. Pengendalian terhadap hama tikus telah dilakukan petani sejak dini yaitu sejak sebelum pertanaman sampai dengan masa menuju panen. Beberapa teknik pengendalian hama tikus yang telah dilakukan petani yaitu dengan cara penggunaan pestisida dan itu hanya dilakukan apabila serangan tikus sudah sampai pada tahap sangat mengkhawatirkan.

Sejumlah petani di Desa Pagertoyo Kecamatan Limbangan, mengeluhkan hama tikus yang menyerang tanaman padi. Akibatnya, mereka gagal panen dan merugi hingga puluhan juta rupiah. Tak menentunya kondisi cuaca dinilai menjadi salah satu pemicu jumlah tikus tinggi. sejumlah tanaman padi tampak tinggi menjulang dan berwarna kekuningan. Di bagian tepi sawah, tanaman padi masih memiliki bulir gabah lengkap. Sementara padi yang ditanam di bagian tengah lebih pendek dan tidak ada bulir gabah.

serangan hama tikus ini terjadi ketika petani baru masuk musim tanam, tikus menyerang batang padi sehingga tumbuh tidak sempurna dan tidak bisa berbuah, tanaman padi yang sebetulnya siap panen ini rusak akibat diserang hama tikus sejak mulai musim tanam hingga 3 bulan terakhir ketika para petani mau panen.

Kini para petani hanya berharap berharap agar pemerintah serius membantu petani untuk memerangi hama tikus yang hampir tiap tahun terjadi, dan mereka juga berharap agar pemerintah membantu para petani untuk meringankan kerugian dan biaya bercocok tanam kembali.


Dipost : 2021-08-10 10:37:20 | Dilihat : 1503