Bursa Inovasi

DAMPAK GAME ONLINE TERHADAP MORAL ANAK DI KEHIDUPAN MASYARAKAT

  • 01-09-2021
  • firin.kalundra
  • 2069

Pagertoyo – Fenomena yang sedang marak dalam kehidupan manusia sekarang ini dengan perkembangan IPTEK (Ilmu Pengetahuan Teknologi dan Komunikasi) salah satunya adalah game online. Sudah tidak asing lagi ditelinga kita jika mendengar game online. Game online merupakan permainan yang dilakukan secara online dengan menggunakan jaringan internet dan smartphone. Berbagai jenis game online digunakan oleh manusia.

Game online memiliki daya tarik tersendiri bagi para gamer, tampilan dan tantangan game membuat para penggemar game menjadi semakin tertarik untuk menggunakannya, apalagi dengan game online yang dapat dengan mudah digunakan dimana saja tanpa menggunakan perangkat yang berat dan susah, cukup punya modal smartphone dan kuota internet, game onlinepun sudah bisa dengan mudah dan ceppat digunakan oleh penggunanya, berbagai kalangan bermain game online, dari kalangan pekerja, mahasiswa, sampai pelajar SMA (sekolah Menengah Atas), SMP (Sekolah Menengah Pertama), sampai SD (Sekolah Dasar).

Game online sekarang ini memang sedang marak-maraknya digunakan. Makanya sampai kalangan anak sekolah dasar saja sudah bermain game online, anak usia sekolah dasar merupakan kalangan yang masih rentan akan hal-hal negatif yang ada dalam kehidupan sehari-harinya. Hal ini diungkapkan oleh beberapa orang tua atau wali murid bahwa “siswa yang sudah kecanduan game online akan menjadi malas, seperti malas belajar, malas tidur, malas sekolah, malas makan, sulit untuk berkonsentrasi dan hanya akan semangat apabila memainkan permainan game online saja.”Anak sekolah dasar masih belum mampu menyaring mana yang baik dan buruk dalam menggunakan atau melakukan suatu hal.

Berikut ini beberapa dampak buruk yang bisa dialami anak apabila mereka keseringan main game online yang kami lansir dari https://hellosehat.com :

Gangguan Kesehatan

keseringan main game ternyata bisa memicu berbagai penyakit kronis? Tanpa Anda sadari, bermain game masuk ke dalam salah satu gaya hidup sedentari karena hal tersebut membuat Anda malas untuk bergerak. Ya, ketika Anda bermain game, hanya mata dan tangan saja yang fokus bekerja. Sementara bagian tubuh lainnya diam tidak bergerak.

Jika kebiasaan ini dilakukan terus-terus, maka Anda berisiko lebih tinggi untuk terkena penyakit obesitas, melemahnya otot dan persendiaan, dan bahkan penurunan penglihatan yang signifikan karena paparan cahaya biru dari layar gadget.

Penurunan Prestasi Akademik di Sekolah

Keseruan yang ditawarkan saat bermain game sangat jauh berbeda dengan hari-hari yang dilalui anak ketika menuntut ilmu di sekolah. Ya, jika di sekolah umumnya anak-anak merasa bosan dan tertekan, lain halnya ketika mereka bermain game, apabila anak sudah dalam tahap kecanduan game, mereka akan melakukan segala cara untuk bisa bermain game. Akibatnya, banyak anak yang tidak fokus ketika menyerap pelajaran di kelas, malas belajar, hingga berani bolos sekolah. Berbagai hal tersebut berujung pada penurunan prestasi akademik anak di sekolah.

Menarik Diri Dari Kehidupan Sosial

Anak yang sudah kecanduan game cenderung lebih senang menghabiskan waktu selama berjam-jam untuk menuntaskan misi game yang sedang dimainkannya. Hal ini tentu akan berdampak buruk pada kehidupan sosial anak kelak. Pasalnya, anak lebih memilih untuk berinteraksi secara digital ketimbang di dunia nyata. Dalam istilah psikologi kondisi ini disebut dengan asosial.

Asosial adalah disfungsi kepribadian yang ditandai dengan menarik diri dan menghindar secara sukarela terhadap interaksi sosial apapun. Orang yang asosial cenderung tidak mempedulikan orang lain dan sibuk dengan dunianya sendiri.

Biasanya, anak-anak yang asosial sering kikuk ketika diminta untuk memulai percakapan dan merasa cepat bosan ketika diajak di pertemuan yang melibatkan banyak orang.

Berperilaku Agresif

Kecanduan Game Online ditandai ketika anak sudah tidak mampu lagi untuk mengendalikan hasrat bermain game. Akibatnya, anak memiliki keinginan untuk terus-terusan main game.

Kabar buruknya, Badan Kesehatan Dunia (WHO) berencana memasukkan kecanduan game sebagai salah satu kategori gangguan jiwa baru yang disebut gaming disorder. Hal ini didasari atas fenomena peningkatan kasus kecanduan game dari berbagai belahan dunia.

Rencananya, gaming disorder diusulkan akan dimasukkan di bawah kategori besar “Gangguan mental, perilaku, dan perkembangan saraf”, khususnya di bawah subkategori “Gangguan penyalahgunaan zat atau perilaku adiktif.”

Ini artinya, para pakar kesehatan di seluruh dunia menyetujui bahwa kecanduan game dapat memiliki dampak yang serupa dengan kecanduan alkohol maupun obat-obatan terlarang.