Keluhan Petani: Harga Gabah Murah dan Tidak Laku Sekarang..!!

Pagertoyo - Para petani di sejumlah Desa terutama Desa Pagertoyo mengeluhkan adanya ketidakadilan yang terjadi saat ini, kaitannya dengan harga gabah yang anjlok di saat hasil panen terbilang cukup melimpah.

Salah satu petani di pagertoyo mengungkapkan harga gabah terus mengalami penurunan sejak awal tahun. Tak lama setelah wacana pembukaan impor beras mengemuka, harga gabah semakin merosot dan masih terus bertahan hingga sekarang.

“Kami jual dengan harga per kuintal itu Rp 320 ribu. Harganya anjlok,” ungkap salah satu petani desa pagertoyo.

Padahal, panen tahun sebelumnya, harga gabah per kuintalnya kisaran Rp 400 sampai Rp 430 ribu. Namun tahun ini harga justru anjlok. Sementara modal yang dikeluarkan untuk menanam padi tahun ini jauh lebih besar dibanding tahun sebelumnya akibat kenaikan harga pupuk.

 “Memang kita dikasih pupuk subsidi harga sekitar Rp 200 ribu per kuintal. Tetapi yang non subsidi harganya kisaran Rp 700 ribu bahkan sampai Rp 1 juta,” tuturnya.

Pupuk subsidi yang disediakan bagi petani jumlahnya sangat terbatas. Itupun tidak cukup untuk padi para petani. Akibatnya mereka terpaksa membeli pupuk non subsidi dengan harga selangit. “Dimana keadilan bagi petani. Nggak akan pernah kaya petani kalau begini terus kondisinya,” keluhnya.

Keberpihakan pemerintah kepada petani dirasakan para petani di desa pagertoyo dari tahun ke tahun sangat memprihatinkan. Yang merasakan dampak pembangunan justru mereka yang kalangan menengah ke atas. Sehingga ia berharap pemerintah pusat maupun di daerah bisa mendengar dan menyerap keluhan petani agar ditindaklanjuti.

“Keluhan kami intinya pupuk itu mahal, sementara harga gabah anjlok. Tolong ini diperhatikan,” harapnya.


Dipost : 2022-04-02 12:29:34 | Dilihat : 122